Penyebab Pompa Air Mati & Solusinya

Penyebab Pompa Air Mati & Solusinya

Service pompa air yaitu satu-satunya solusi ketika terjadi problem dengan pompa air di rumah. Berjenis-jenis variasi kerusakan dapat saja dialami salah satunya oleh pompa air di rumah, tinggal bagaimana metode menanganinya saja. Jangan sampai tindakan pembetulan yang dijalankan justru akan memperparah kerusakan. Sebaiknya serahkan pada ahlinya saja, dan jangan coba-coba mengotak-atiknya sendiri walaupun pernah memandang orang lain melakukan koreksi sendiri.

 

Padahal demikian itu, sebagai dasar pengetahuan memang ada baiknya sedikit banyaknya kita bahkan semestinya mengenal perihal pompa air rusak. Beberapa kerusakan dapat saja terjadi pada pompa air yang kita miliki sehingga seandainya kita sudah mengenal variasi kerusakannya, perbuatan yang diperlukan terhadap pompa air dapat langsung dikerjakan.

 

Untuk pompa air dengan kerusakan motor dinamo yang terbakar, kita dapat mengenal gejala mulanya dari bau gosong yang tercium atau adanya bekas terbakar pada dinamo. Biasanya sebelum memperhatikan dari kerusakan lahiriah pompa airnya, dikala pompa air dicolokkan ke listrik tiba-tiba panel MCB ‘anjlok’, sudah dipastikan pompa air mengalami konsleting dan terbakar dinamonya.

 

Perbaikan dinamo terbakar hanya bisa dikerjakan oleh spesialis service pompa air dengan cara menggulung ulang dinamo. Oleh sebab itu tak ada yang dapat kita lakukan selain dengan membawa mesin air ke ahli gulung dinamo.

 

Lain halnya sekiranya kerusakan yang kita dapatkan pada pompa air yakni mati total. Sebagian penyebab pompa air mati total adalah kapasitor mati, kabel power putus, dan kerusakan pada otomatisnya. Dan untuk mengenal macam kerusakan yang mengakibatkan pompa air mati tersebut bisa kita lakukan sendiri dengan cara mengetesnya.

 

Untuk percobaan kapasitor, pakailah alat bantuan multi tester. Merupakan dengan mengetes ukuran uF (mikro ared) ada kapasitor. Perhatikanlah angka ukuran kapasitor pada satuan uF di alat multi tester hal yang demikian. Kalau lebih rendah dari ukuran kapasitor yang mesti, karenanya sudah dipastikan patut ganti kapasitor yang baru.

 

Sedangkan untuk mengetes kerusakan pada otomatis, bisa dilakukan dengan mencopot sementara otomatis hal yang demikian dan nyalakan mesin. Sekiranya mesin menyala, berarti memang benar otomatisnya yang rusak. Sebetulnya dapat seketika menggantinya dengan yang baru, melainkan bila ragu bisa menggunakan Service Pompa Air untuk memeriksa dan mengkoreksinya.